Rektor UKIM Lakukan Pertemuan Strategis di Jakarta, Bahas Pengembangan Institusi Bersama Tokoh Nasional

Jakarta – Rektor bersama Wakil Rektor IV melakukan pertemuan strategis dengan sejumlah tokoh nasional di Jakarta, yakni Willy Sabandar, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), serta Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) pada 6 hingga 8 Mei lalu. Pertemuan tersebut difokuskan pada penjajakan kerja sama dalam rangka pengembangan UKIM ke depan, khususnya dalam bidang penguatan institusi, jejaring, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai peluang kolaborasi strategis yang dapat mendukung peningkatan kualitas akademik, tata kelola, serta penguatan peran UKIM dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di era global.

Rektor UKIM menyampaikan bahwa pengembangan perguruan tinggi membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, tokoh nasional, maupun lembaga keagamaan dan profesional, guna memperluas jejaring dan memperkuat daya saing institusi.

William P. Sabandar, M.Eng.Sc., Ph.D.  dikenal sebagai profesional dan tokoh asal Maluku yang pernah menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Teknik UKIM. Willy Sabandar menjabat sebagai CEO MRT Jakarta dari 2016 hingga 2022. Ia memimpin pembangunan dan pengoperasian MRT pertama di Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai COO Indonesian Business Council (IBC), sebuah asosiasi para pemimpin bisnis yang bertujuan memperkuat kedayasaingan dan kesejahteraan bangsa melalui penelitian dan pengadvokasian kebijakan, serta mendorong kolaborasi publik-swasta. Ia juga menjabat sebagai Presiden Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dan Ketua Gerakan 5P Global di Indonesia. Ia duduk sebagai dewan pembina World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Indonesia Climate and Growth Dialogue (ICGD).

Ketua Umum PGI, Jacklevyn Frits Manuputty adalah Pendeta Gereja Protestan Maluku yang terpilih sebagai Ketua Umum masa pelayanan 2024 – 2029 berdasarkan sidang lima tahunan di Toraja Utara, yang pernah menjadi pengajar Filsafat di Fakultas Teologi UKIM. Ia menerima penganugerahan Ma’arif Award untuk dedikasi di bidang pembangunan perdamaian dan hubungan antar–iman, dianugerahi “Peacemakers in Action Award” oleh Tanenbaum Center for Interreligious Understanding, New York City, dan diangkat sebagai Asisten Utusan Khusus Presiden Untuk Dialog dan Kerjasama Antar–agama dan Antar–peradaban dan secara khusus membidangi hubungan antaragama. Ia juga pernah mewakili Indonesia ia menerima penganugerahan “the World Harmony Week Prize” dari Raja Jordania, Abdullah II.

Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama merupakan tokoh nasional yang dikenal luas sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2014–2017. Ahok juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) dan dikenal memiliki perhatian terhadap reformasi birokrasi, tata kelola pemerintahan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Melalui penjajakan kerja sama ini, diharapkan akan terbuka berbagai peluang kolaborasi yang dapat mendukung percepatan pengembangan Universitas Kristen Indonesia Maluku, baik dalam aspek akademik, penguatan kelembagaan, maupun pengembangan jejaring nasional dan internasional.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperluas sinergi UKIM dengan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.


Bagikan:

Postingan Lainnya

Send Us A Message