Dosen UKIM Presentasikan Hasil Program Kosabangsa 2025: Penerapan Iptek untuk Pemberdayaan Masyarakat di Maluku

Ambon, UKIM – Tim dosen Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) mempresentasikan hasil pelaksanaan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun 2025 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi guna menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah Maluku.

Pada kegiatan presentasi akhir, UKIM menampilkan dua program unggulan yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi pengusul, perguruan tinggi pendamping, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Membangun Desa Pesisir Tangguh Bencana dan Produktif di Negeri Waai

Program pertama mengusung tema “Penerapan IPTEK untuk Mewujudkan Desa Pesisir Tangguh Bencana yang Mandiri dan Produktif di Negeri Waai Kabupaten Maluku Tengah.” Kegiatan ini dipimpin oleh Joanna Cristy Patty, S.T., M.Kom. bersama tim pelaksana UKIM dan didampingi oleh tim dari Universitas Indonesia.

Program dilaksanakan pada dua kelompok mitra, yaitu Kelompok Tani Pala Waiselaka dan Kelompok Kalesang Negeri Waai. Pada kelompok tani, tim memberikan berbagai inovasi teknologi pengolahan pala melalui penyediaan alat ketel destilasi minyak atsiri, pelatihan produksi minyak atsiri, diversifikasi produk turunan pala seperti sabun, hand sanitizer, dan teh pala, serta pelatihan branding dan pemasaran digital.

Hasil program menunjukkan peningkatan yang signifikan. Produksi minyak atsiri meningkat hingga 75 persen, jumlah produk olahan bertambah dari satu menjadi empat jenis produk, serta tersedianya label dan kemasan yang lebih profesional sehingga meningkatkan daya saing produk masyarakat.

Sementara itu, pada aspek kebencanaan, program menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Beberapa teknologi yang diterapkan antara lain pemasangan Early Warning Alert System (EWAS), pengembangan aplikasi komunikasi darurat TABAOS-ER, pembuatan peta risiko bencana dan jalur evakuasi, simulasi evakuasi berbasis Virtual Reality (VR), serta kegiatan penanaman mangrove untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir.

Melalui program ini, masyarakat Negeri Waai tidak hanya memperoleh peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga menjadi lebih siap menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


Pengolahan Ikan Tuna Lokal untuk Mendukung Gizi dan Ekonomi Masyarakat Desa Kawa

Program kedua mengangkat tema “Penerapan Teknologi dan Inovasi Pengolahan Ikan Tuna Lokal sebagai Produk Pangan Fungsional dalam Menunjang Gizi dan Ekonomi Masyarakat Desa Kawa Seram Bagian Barat.” Kegiatan ini dipimpin oleh Ns. Sinthia R. Maelissa, M.Kep., Sp.Kep.K bersama tim dosen lintas disiplin UKIM dan didampingi oleh tim dari Universitas Pattimura.

Program ini berangkat dari potensi besar sumber daya ikan tuna di Desa Kawa yang belum dimanfaatkan secara optimal serta masih tingginya permasalahan gizi dan stunting pada masyarakat setempat. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim Kosabangsa melakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan kepada UMKM Poklahsar Lestari Mekar dan kader kesehatan desa.

Berbagai inovasi yang diperkenalkan meliputi pengolahan tuna menjadi produk pangan bernilai tambah seperti surimi, bakso ikan, tempura, dan tepung gepe, penggunaan teknologi pengolahan berbasis asap cair, pemanfaatan alat pengering hybrid untuk produksi tepung ikan, serta penguatan strategi pemasaran digital dan desain kemasan produk.

Selain aspek ekonomi, program juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui pelatihan deteksi dini stunting menggunakan KIT antropometri dan media edukasi kesehatan bagi kader Posyandu.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan diversifikasi produk, peningkatan kemampuan manajemen usaha mitra, publikasi media massa, produksi konten edukatif melalui kanal resmi LPPM UKIM, serta capaian Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas inovasi yang dikembangkan dalam program tersebut.

Komitmen UKIM untuk Pengabdian yang Berdampak

Keikutsertaan UKIM dalam Program Kosabangsa 2025 menunjukkan komitmen institusi dalam menghadirkan solusi nyata berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, berbagai inovasi yang dihasilkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong keberlanjutan pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan tangguh.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa hasil riset dan keilmuan yang dimiliki sivitas akademika UKIM dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku.

Bagikan:

Postingan Lainnya

Wisuda Periode I Tahun 2026

🎓 INFORMASI JADWAL WISUDA 🎓 Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dengan hormat menginformasikan kepada seluruh calon wisudawan dan wisudawati mengenai jadwal pelaksanaan Wisuda UKIM Periode

Send Us A Message